Rabu, 15 April 2015

Hujan dan Pelangi




Aku adalah hujan dan dia pelangiku.
Aku selalu ingin bersamanya tapi ia selalu hadir setelahku.
Aku dan dia tak mungkin bisa bertemu, meski dia tak akan ada sebelum aku ada.
Kenyataan itu yg membuatku egois, menginginkan dia hanya untukku saja.
Tapi manusia lain diluar sana, selalu mengaguminya tanpa seizinku.
Terkadang aku tak bisa menerima hal itu, tapi tak peduli aku bisa menerimanya atau tdk apa yg bisa dilakukan oleh seorang aku?
17 Maret pukul 2015  14:00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar