Aku merasa sangat mengenalnya, bukan hanya sebagai
frasa sederhana tetapi juga sebagai sajak yang tercipta dari labirin cinta
Aku melihat pada bunga-bunga yang tumbuh dipadang
rumput
Pada mata yang berpeluh keringat hangat
Pada tangan keriput bergores basah bagai pena
sedangkan tanah adalah kertas lukanya
Namun, senandung bahagianya mampu menggetarkan
lembayung rindu jiwa yang tak henti berdo’a
25 Maret 2015 pukul 21:20

Tidak ada komentar:
Posting Komentar