Selasa, 30 September 2014
Keutamaan wanita solehah
Keutamaan wanita solehah
- Seorang wanita yang jahatadalah lebih buruk daripada
1,000 lelaki yang jahat.
- Rakaat sholat dari wanita yang
hamil adalah lebih baik daripada
80 rakaat sholat wanita yang
tidak hamil.
- Wanita yang memberi minum
susu kepada anaknya daripada
badannya (susu badan) akan
dapat satu pahala daripada
tiap-tiap titik susu yang
diberikannya.
- Wanita yang melayani dengan
baik suami yang pulang ke
rumah di dalam keadaan letih
akan mendapat pahala jihad.
Inilah wanita solehah
Inilah wanita solehah
Wanita solehah adalah wanita yang menyembunyikan sorot tajam matanya dari tatapan dan saling menatap, tatapannya hanya seperlunya terbalut oleh sipu malu, tapi semua orang terpesona oleh tunduk matanya ini, semua takjub dan semua kagum, di mata manusia ia adalah pelita dan di mata ALLAH ia adalah mutiara. subhanallah…
ciri-ciri wanita solehah
ciri-ciri wanita solehah
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga
painful
Aku merasa sedikit lelah.
selalu diperlakukan seperti ini. dan kenapa semuanya kau buat serba tdk jelas.
bukan putih. bukan pula hitam.
melainkan abu-abu yg membuatku bingung ingin memilih jalan yg seperti apa.
apa kau tak menyadari bahwa Aku bukan -manikin- yg tk punyai hati dn perasaan..
kau datang tnpa ku minta. lalu pergi begitu sja dgn meng-atas-namakan kebaikan..
Aku terluka..tp hnya bisa berkata ini baik2 saja.
kufkir kau mngerti. tp ternyata tdk.
apa kau tk pernah belajar bgaimana rasa sakit itu??
selalu diperlakukan seperti ini. dan kenapa semuanya kau buat serba tdk jelas.
bukan putih. bukan pula hitam.
melainkan abu-abu yg membuatku bingung ingin memilih jalan yg seperti apa.
apa kau tak menyadari bahwa Aku bukan -manikin- yg tk punyai hati dn perasaan..
kau datang tnpa ku minta. lalu pergi begitu sja dgn meng-atas-namakan kebaikan..
Aku terluka..tp hnya bisa berkata ini baik2 saja.
kufkir kau mngerti. tp ternyata tdk.
apa kau tk pernah belajar bgaimana rasa sakit itu??
Jumat, 18 Juli 2014
Catatan Untuk Hujan
Hujan.. taukah engkau?
Senja hari saat melelehnya egoku
Sapaan manismu menyibak aroma rindu
Tergolek butir-butir cinta disetiap
kehadiranmu
Berhiaskan cerita pilu penyentuh kalbu
Pagi,siang hingga senja..
Aku akan menunggu, karna aku menyukaimu
Tak peduli engkau akan hadirkan, petir
menyambar
dan kilat yang menakutkan
dan kilat yang menakutkan
Ataukah langit biru dan bias pelangi yang
sendu
Engkau hadir dan ku pejamkan mata
Merasakan kaki-kaki runcing indahmu, yang menyebarkan
kedamaian
kedamaian
Tangan mungil lucumu,musnahkan kesedihan
yang
bersandar padaku
bersandar padaku
Senyuman yang engkau hamparkan
Menjadi buih kegembiraan
yang tak terhitungkansholikhah,2014
Seputar Tarawih
Bagaimana Sholat Tarawih Sesuai
Sunnah Rasulullah
Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
1. Pensyari'atannya
Shalat tarawih disyari'atkan secara berjama'ah berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu 'alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama'ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda (yang artinya) : “ Amma ba'du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya". Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama'ah" [Hadits Riwayat Bukhari 3/220 dan Muslim 761]
2. Jumlah raka'atnya
Manusia berbeda pendapat tentang batasan raka'atnya, pendapat yang mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah delapan raka'at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha (yang artinya) : “ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736 Al-Hafidz berkata (Fath 4/54)]
Shalat tarawih disyari'atkan secara berjama'ah berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu 'alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama'ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda (yang artinya) : “ Amma ba'du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya". Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama'ah" [Hadits Riwayat Bukhari 3/220 dan Muslim 761]
2. Jumlah raka'atnya
Manusia berbeda pendapat tentang batasan raka'atnya, pendapat yang mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah delapan raka'at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha (yang artinya) : “ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736 Al-Hafidz berkata (Fath 4/54)]
Sholat Tarawih Berjama'ah Penulis: AL Ustadz Zuhair Syarif
Tidak diragukan lagi bahwa shalat tarawih dengan berjamaah pada bulan Ramadlan sangat dianjurkan. Hal ini diketahui dengan beberapa hal berikut:
1. Penetapan Rasulullah tentang berjamaah padanya.
2. Perbuatan beliau shallallahu `alaihi wa sallam.
3. Keterangan beliau tentang fadlilah(keutamaan)nya.
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)