Aku merasa sedikit lelah.
selalu diperlakukan seperti ini. dan kenapa semuanya kau buat serba tdk jelas.
bukan putih. bukan pula hitam.
melainkan abu-abu yg membuatku bingung ingin memilih jalan yg seperti apa.
apa kau tak menyadari bahwa Aku bukan -manikin- yg tk punyai hati dn perasaan..
kau datang tnpa ku minta. lalu pergi begitu sja dgn meng-atas-namakan kebaikan..
Aku terluka..tp hnya bisa berkata ini baik2 saja.
kufkir kau mngerti. tp ternyata tdk.
apa kau tk pernah belajar bgaimana rasa sakit itu??
Selasa, 30 September 2014
Jumat, 18 Juli 2014
Catatan Untuk Hujan
Hujan.. taukah engkau?
Senja hari saat melelehnya egoku
Sapaan manismu menyibak aroma rindu
Tergolek butir-butir cinta disetiap
kehadiranmu
Berhiaskan cerita pilu penyentuh kalbu
Pagi,siang hingga senja..
Aku akan menunggu, karna aku menyukaimu
Tak peduli engkau akan hadirkan, petir
menyambar
dan kilat yang menakutkan
dan kilat yang menakutkan
Ataukah langit biru dan bias pelangi yang
sendu
Engkau hadir dan ku pejamkan mata
Merasakan kaki-kaki runcing indahmu, yang menyebarkan
kedamaian
kedamaian
Tangan mungil lucumu,musnahkan kesedihan
yang
bersandar padaku
bersandar padaku
Senyuman yang engkau hamparkan
Menjadi buih kegembiraan
yang tak terhitungkansholikhah,2014
Seputar Tarawih
Bagaimana Sholat Tarawih Sesuai
Sunnah Rasulullah
Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
1. Pensyari'atannya
Shalat tarawih disyari'atkan secara berjama'ah berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu 'alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama'ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda (yang artinya) : “ Amma ba'du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya". Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama'ah" [Hadits Riwayat Bukhari 3/220 dan Muslim 761]
2. Jumlah raka'atnya
Manusia berbeda pendapat tentang batasan raka'atnya, pendapat yang mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah delapan raka'at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha (yang artinya) : “ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736 Al-Hafidz berkata (Fath 4/54)]
Shalat tarawih disyari'atkan secara berjama'ah berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu 'alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama'ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda (yang artinya) : “ Amma ba'du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya". Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama'ah" [Hadits Riwayat Bukhari 3/220 dan Muslim 761]
2. Jumlah raka'atnya
Manusia berbeda pendapat tentang batasan raka'atnya, pendapat yang mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah delapan raka'at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha (yang artinya) : “ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736 Al-Hafidz berkata (Fath 4/54)]
Sholat Tarawih Berjama'ah Penulis: AL Ustadz Zuhair Syarif
Tidak diragukan lagi bahwa shalat tarawih dengan berjamaah pada bulan Ramadlan sangat dianjurkan. Hal ini diketahui dengan beberapa hal berikut:
1. Penetapan Rasulullah tentang berjamaah padanya.
2. Perbuatan beliau shallallahu `alaihi wa sallam.
3. Keterangan beliau tentang fadlilah(keutamaan)nya.
Keistimewaan Bulan Ramadhan
1. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman
Allah Ta'ala :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
"(Al-Baqarah : 183).
Sabda Nabi :
Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada
sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram. "
(Hadits Muttafaq 'Alaih).
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai
takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan
kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus
untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang
disampaikan oleh Nabi:
"Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang
berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan
kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa
lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Kamis, 17 Juli 2014
Surat Sederhana Untuk Allah, Tuhanku
Dear Allah..
ya Allah.,hari ini aku tak berfikir apapun mengenai
dia. Aku ingin melupakan dia untuk sementara. Tapi..untuk hatiku, aku mohon
bantu aku ya Allah. Damaikan hatiku dan beri aku kekuatan untuk bersabar.
Ya Allah..hari ini aku merasa aku sangat
merindukan-Mu. Aku ingin segera memelukmu dalam sujudku nanti malam. Teramat
merindukan-Mu,,aku ingin Engkau memberikan sandaran untuk hatiku ini..maafkan
aku ya Allah atas segala dosa yang telah ku lakukan. Aku berjanji, akan menjadi
wanita yang sholeqah dimata-Mu.dan hanya untuk-Mu..
Oh ya Tuhan.. aku merasa aku juga sangat
merindukan ibu. Beberapa hari ini aku tak bicara dengannya. Aku sangat
merindukannya. Juga dengan ayah. Aku rindu dengan suara ayah yang keras.. Ya
Allah jaga mereka disana yaa..aku mohon, jangan biarkan mereka lalai dalam
menjalankan ketaatan pada-Mu. Walaupun aku tak menelpon ibu.tapi aku sangat
menyayanginya ya Tuhan..tolong sampaikan pada mereka aku sangat menyayanginya..
Ibu dan ayah,,jaga kesehatan baik-baik yaa
Ya Allah..ampuni dosa-dosa hamba. Bantu hamba
tetap istiqomah dalam jalanMu. Tolong rengkuhlah dan peluklah hamba kembali
disaat hamba mulai lalai. Kuatkan hamba dengan semua ini ya Allah..ajari hamba
menjadi wanita sholeqah yang akan menjadi penguni surga-Mu ya Allah..amiin
Modal Meraih Ilmu
Sahabat Ali bin Abi Tholib r.a, turut serta memotivasi kaum muslimin dalam mencari Ilmu. Menurut beliau, bahwa seseorang yg mencari ilmu memerlukan minimal 6 syarat; perhatikan ungkapan Ali berikut ini!
يَا أَخِى! لَنْ
تَنَالَ الْعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ, سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ,
ذُكَاءٌ وَخِرْصٌ وَاْجتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصَحْبَةُ الْأُسْتَاذِ وَطُوْلُ الزَّمَانِ
Wahai saudaraku! Engkau tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali
dengan enam perkara. Akan ku jelaskan berikut dengan rinci;1. Cerdas, 2. Thamak,
3. Sungguh-sungguh, 4. Dirham (biaya), 5. Berteman/ dekat dengan guru, 6. Waktu
yang lama (Ali bin Abi Tholib r.a).
Nasehat yang dipetik
Ilmu merupakan cahaya
kehidupan, dengan ilmu seseorang /masyarakat bisa terangkat
derajatnya –menjadi mulia, beradab, sejahtera- (lihat QS.
Al Mujadilah/58:11) dan menjalani / melewati kehidupan dunia -terlebih
di akhirat- dengan lancar dan gemilang. Namun, ilmu tidak dapat begitu saja
diperoleh seseorang tanpa modal persyaratan.
1.
Cerdas, merupakan
modal utama memperoleh ilmu. Kecerdasan yang telah dikaruniakan Alloh kpd kita
harus disyukuri dengan mencari ilmu/belajar, lebih ilmu-ilmu Dien yang akan
mempermudah seseorang masuk ke surga dengan tidak
mengesampingkan kehidupan dunia.
INILAH 10 CARA WANITA MUSLIMAH MENJAGA DIRI DARI FITNAH
Seorang pejuang jihad dari bumi Afghanistan mengatakan ketika seorang bidadari sedang minum teh, maka kita bisa melihat teh tersebut mengalir di lehernya. Masya Allah sungguh sulit mengukur kecantikan seorang bidadari. Dan Alhamdulillah, Allah menjanjikan bagi para wanita muslimah bahwa mereka jauh lebih baik daripada bidadari bila mereka mau menja di muslimah sholehah.
Seperti tingginya gunung yang tidak mungkin di daki dengan sekali melangkah, demikian juga menjadi wanita solehah bukanlah level yang bisa diraih hanya dengan ibadah yang asal-asalan. Perlu keseriusan hati untuk itu. Bahkan sebaliknya, wanita bisa begitu mudah terperosok dalam kesalahan bila ia larut dalam kesenangan dunia.
Rasul bersabda: “Sepeninggal ku tidak ada fitnah yang lebih besar daripada wanita” (HR. Bukhari - Muslim). Ucapan rasul ini adalah peringatan bagi kita kaum wanita agar sangat berhati-hati berbicara, bersikap dan bertindak agar kita tidak menjadi bagian dari fitnah dunia.
Pertanyaannya: “Bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita agar selamat dari fitnah dan tidak menjadi bagian dari fitnah?” Ini adalah pertanyaan yang sangat krusial untuk dianalisa dan difahami oleh setiap muslimah.
Pertama, Hindari gossip
Sangat penting bagi wanita untuk meninggalkan segala bentuk gossip entah itu ikut nimbrung dengar kawan bergosip atau menonton/mendengar acara gossip. Dengan menghindari masuknya gossip anda tidak akan punya bahan untuk bergossip. Ingatlah gossip itu sebagai perbuatan yang sangat menjijikkan (Al-hujurat 12)
Kedua, Menjaga pakaian
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)